Sungai Musiman di Seraya “Putus” Jalan Raya, Warga Gotong Royong Seberangkan Motor

POS BALI/IST TANGKAPAN layar video yang beredar di media sosial, terlihat beberapa siswa SMPN 3 Amlapura bergotong royong menyeberangkan sepeda motor agar bisa lewat jalan yang “diputus” air sungai lumayan deras.
72 Melihat

KARANGASEM, POS BALI – Diguyur curah hujan tinggi, air sungai musiman di Desa Seraya, Kecamatan Karangasem kembali meluap. Akses jalan di wilayah Banjar Pejongan dan Banjar Gambang sampai tertutup air sungai, karena di jalan itu tidak ada jembatan, Selasa (2/2/2023).

Dalam satu video yang beredar di media sosial, terlihat beberapa siswa SMPN 3 Amlapura bergotong royong menyeberangkan sepeda motor agar bisa lewat jalan yang “diputus” air sungai lumayan deras. Made Murtika, warga Seraya, menuturkan, keadaan semacam ini memang galib terjadi tiap musim hujan. Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan air yang mengalir di sungai jadi meluap, dan hulunya juga sangat panjang.

“Itu pun sudah dibuatkan pembatas berupa pagar karena sebelumnya tidak ada, pastinya demi keamanan juga. Hal lainnya saya kurang tahu pasti, karena ini terjadi tiap hujan lebat,” sebutnya.

Perbekel Desa Seraya, I Wayan Dandri, Kamis (2/2/2023) mengatakan, setiap ada hujan deras, air sungai selalu meluap di jalan tersebut. Jika ingin melewati jalan, para pengendara harus mengangkat motor dengan dibantu warga sekitar. Kebetulan saat air sungai meluap, cetusnya, siswa sedang pulang sekolah. Ada juga warga sekitar yang kebetulan lewat.

“Makanya supaya bisa lewat, siswa bergotong royong mengangkat motor untuk menyebrang. Kalau putar balik, jaraknya lumayan jauh. Pengendara motor memilih minta bantuan ke warga untuk menyeberangkan motor,” kisahnya

Ketinggian air, sambungnya, kurang lebih selutut orang dewasa. Ada motor yang diseberangkan dengan diangkat, ada juga hanya didorong tapi tetap dibantu warga karena khawatir motor hanyut diseret arus sungai. “Tapi saat ini air sudah agak surut,” beber Dandri yang sempat datang ke lokasi.

Di wilayah Seraya, ungkapnya, ada beberapa jalan yang dilewati air sungai, tapi kini sudah diperbaiki dengan dibuatkan jembatan. Yang tersisa tinggal jalan di wilayah Banjar Pejongan dan Gambang yang belum dapat bantuan jembatan, sehingga saat hujan deras seperti saat ini air meluap ke jalan.

“Saya sangat berharap jalan di wilayah Banjar Pejongan dan Banjar Gambang juga segera dapat bantuan jembatan. Jadi, masyarakat yang lewat saat musim hujan tidak seperti saat ini, kena luapan air sampai sulit untuk nyeberang,” harapnya. 017

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.