Ratusan Warga Gili Meno Tandatangani Petisi Jamin Bask Tak Rusak Mangrove

1,623 Melihat
foto: salah seorang warga menujukkan petisi lengkap tandatangan warga.

KLU, POSBALI.CO.ID – Ratusan warga masyarakat Gili Meno Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) beramai-ramai mendatangani Petisi dukungan terhadap pembangunan hotel PT Bask yang berlokasi di samping area kawasan Danau air tawar gili meno, Sabtu (5/3).

Petisi tersebut ditandatangani lantaran adanya oknum-oknum yang mengatasnamakan masyarakat telah merusak lingkungan oleh adanya pembangunan hotel. Namun sebaliknya, petisi merupakan bentuk komitmen dan jaminan bahwa pohon mangrove yang ada disekitar danau tidak dihilangkan namun tetap dijaga kelestariannya. Selain itu, dengan adanya pembangunan hotel itu, ekonomi masyarakat menjadi terbantu karena 90 persen dari 230 jumlah penduduk meno saat ini bekerja menggantungkan hidupnya disana ditengah kondisi pariwista sepi saat covid-19 sekarang ini.

“Kami berkomitmen dan menjamin tidak ada mangrove yang dirusak oleh adanya pembangunan hotel tersebut bahkan sebaliknya akan ditambah kembali. Selain itu dengan adanya pembangunan itu masyarakat menjadi terbantu ekonominya. Terlebih ditengah kondisi pariwisata kita yang sepi sekarang ini,” ungkap Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Gili Indah, Zakaria, Sabtu (5/3).

Menurut penuturan ketua lembaga penampung aspirasi warga itu , tidak ada yang salah dengan adanya pembangunan hotel yang dituding merusak mangrove di sebelah danau. Pasalnya, selain berdiri dilahan sendiri juga semua proses telah dilaksanakan sesuai aturan. Bahkan pemerintah baik Pemkab Lombok Utara maupun Provinsi juga tidak menyalahkan.

“Tidak ada yang menyalahkan karena lokasi tempat membangun itu memiliki alas hak. Meski ada sebagian lahan dari sekitar 3 hektar lahan tempat membangun itu terdapat juga pohon mangrove. Namun itu tidak semua ditebang melainkan hanya bagian-bagian lokasi yang terdapat pada gambar bangunan saja,” ungkapnya.

“Jadi isu negatif terkait perusakan lingkungan itu menurut saya adalah hoax alias berita bohong,” imbuhya.

Dijelaskannya, jumlah masyarakat gili meno ini sekitar 250 jiwa dan saat ini menggantungkan hidupnya dari bekerja di bangunan itu sekitar 90 persen. Rata-rata semua laki-laki di gili meno ini bekerja sebagai buruh disana. Bahkan ada dari kaum ibu-ibu juga yang turut bekerja mencari makan dari pembangunan tersebut.

“Kita tidak ingin muncul isu negatif kemudian berdampak pada mata pencaharian masyarakat kami di gili meno,” tuturnya.

“Untuk itulah alasan kami masayrakat gili meno kemudian membuat petisi bahwa mendukung pembangunan hotel PT Bask di gili meno. Petisi ini akan kami sampaikan juga ke Pemkab Lombok Utara,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Gili Meno Masrun menambahkan, kenapa masyarakat gili meno menjamin pohon mangrove di sekitaran danau aman dan tidak di rusak itu karena pihak perusahan telah berkomitmen dengan masyarakat. Adapun beberapa pohon yang ditebang itu tidak berada area dikawasan danau melainkan ada di lokasi perusahaan semdiri. Sedangkan jumlahnya tidak seberapa juga dan yang pastinya akan diganti dengan yang baru lagi.

“Kami bersama kelompok meno lestari juga telah membuka FGD terkait pelestarian pohon mangrove yang ada di danau. Pemkab juga mendukung kami karena ribuan mangrove akan kita tanam kembali artinya diperbanyak kembali bukan dihilangkan seperti tudingan oknum-oknum yang mengatasnamakan masyarakat gili meno,” pungkasnya.

“Alasan kami mendukung juga bahwa pihak perusahaan juga telah menghibahkan sekitar 14 are lahannya untuk tempat kami berkreasi di sekitaran danau. Selain itu, perusahaan juga telah mengubahkan untuk jalan melingkar di pinggir danau. Lalu masyarakat mana yang kemudian dijadikan alasan untuk tidak mendukung pembangunan hotel itu?,”tutupnya.

Sementara itu masyarakat setempat, Salman mengutarakan sekiranya hotel itu selesai dibangun otomatis ekonomi masyarakat sekitar juga hidup mulai dari pekerjaan hingga pelaku wisata.

“Kita sepakat tandatangani petisi bersama ratusan warga untuk menjamin bahwa tidak ada pohon mangrove yang dirusak di area danau. Tidak ada perusakan lingkungan juga seperti yang disangkakan oleh beberapa oknum yang mengatasnamakan masyarakat gili meno,” tandasnya.034

1 Comment

  1. Muantap, syukur sekali dengan adanya pembangunan Bask Gili meno. masyarakat bisa mengais Rizki utk bertahan hidup di musim covid ini. Terus berjaya Bask Gili Meno 👍👍👍

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.