Perda Penataan Pasar Tradisional di Bangli Dinilai Tak Maksimal

I Nyoman Budiada
34 Melihat

BANGLI, POS BALI – Penerapan sejumlah peraturan daerah (perda) di Bangli dinilai belum maksimal. Salah satunya adalah Perda Nomor 1/2016 tentang Perlindungan dan Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Sebab, faktanya, masih banyak keberadaan toko modern dekat dengan pasar tradisional. Kritikan itu dilontarkan Wakil Ketua DPRD Bangli, I Nyoman Budiada, Minggu (22/5/2022).

Menurut Budiada, tidak maksimalnya penerapan Perda ini sudah tentu akan merugikan pedagang tradisional. Hal ini juga berbanding terbalik dengan upaya pemerintah dalam memberdayakan ekonomi lokal. Dia juga menuding sejauh ini perizinan bebas didapat.

“Bagaimana kalau pasar modern berjamuran? Yang akan mati nanti adalah pedagang tradisioanal karena tidak mampu bersaing. Jadi, kami ingatkan agar hal ini benar-benar menjadi perhatian eksekutif, dalam hal ini OPD terkait,” serunya.

Di balik belum maksimalnya pelaksanaan Perda itu, jelas dia, dalam rapat Bapemperda DPRD Bangli dan Bapemperda eksekutif, justru Disperindag Bangli kembali mengajukan Ranperda tentang Penetapan, Pengembangan dan Pembinaan Pasar Tradisional. Ranperda ini hampir serupa dengan Perda Nomor 1/2016. “Ada Perda yang belum maksimal dilaksanakan, lantas ada perda baru yang hampir sama. Kami tentu akan kembali mempertanyakan Ranperda ini sebelum dilakukan pembahasan,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi antara Bapemperda eksekutif dan Bapemperda DPRD Bangli, anggota DPRD Bangli, I Nengah Darsana, juga mempertanyakan Ranperda tentang Penetapan, Pembinaan Pasar Rakyat yang diajukan Disperindag. Seingat Darsana, sudah ada Perda 1/2016 tentang Perlindungan dan Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern. Perda juga telah dijabarkan oleh Perbup 12/2017.

“Bagaimana Perda ini telah berubah? Apakah sebelum diajukan dicek dulu apa sudah pernah dibahas atau diajukan?” kejarnya kala itu. gia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.