Pemprov Bali Tanam Pohon Sukun, Historis Bung Karno

Foto: Sekda Bali Dewa Indra dengan Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara tampak menanam pohon sukun di Pantai Tangtu. 
464 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Pohon sukun merupakan pohon langka yang memiliki historis erat dengan Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno. Pada waktu diasingkan di Ende, Bapak Pendiri Bangsa ini duduk di bawah pohon sukun dan di sana beliau mendapatkan inspirasi tentang bangsa ini.

Maka dari itu, memperingati Bulan Bung Karno di Bali, Pemerintah Provinsi Bali melakukan penanaman pohon sukun yang tidak hanya memiliki nilai ekologis, akan tetapi juga mempunyai nilai sejarah.

Penuturan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra seusai melakukan penanaman pohon di kawasan Pantai Tangtu, Kesiman, Kertalangu, Denpasar, Senin (21/6/2021).

“Banyak nilai yang bisa kita rangkum melalui penanaman pohon ini. Apalagi di jaman ini, generasi muda banyak yang tidak tahu tentang historis pohon sukun,” tuturnya.

Dewa Indra juga menyampaikan, tanggal 21 Juni merupakan hari penting, yaitu wafatnya Presiden Soekarno. Maka dari itu, lanjut dia, diisi dengan hal yang positif berupa penanaman pohon untuk menghijaukan Pulau Bali.

“Lahan ini merupakan milik Pemprov Bali yang masih kosong, sehingga dilakukan penghijauan supaya lebih rindang, sejuk, dan juga bersih. Dengan demikian, kegiatan Bulan Bung Karno ini bermanfaat bagi kita dan juga bagi alam,” jelasnya.

Menurutnya, penanaman pohon berupa bibit pohon sukun, waru dan cemara laut tersebut, melibatkan masyarakat. “Jadi dengan melibatkan masyarakat maka setiap saat bisa dirawat, dicek, dan jika ada yang mati bisa segera dilaporkan untuk diganti, sehingga benar-benar bisa hidup,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bali, Made Teja mengatakan, memperingati Bulan Bung Karno dilakukan gerakan serentak menanam pohon dan juga kebersihan lingkungan di seluruh Bali.

“Kegiatan ini sekaligus memperingati lingkungan hidup sedunia yang dilaksanakan di seluruh Bali dengan melibatkan ASN dan non ASN, TNI, Polri, dan masyarakat umum,” ujarnya.

Dikatakan, kegiatan ini dilakukan selama sebulan penuh dengan penanaman pohon sebanyak 20 ribu lebih atau setara dengab 50 hektar.

“Untuk di Pantai Tangtu ini, ditanam sebanyak 110 pohon jenis sukun, cemara, waru dan ketapang. Dan Jumat kemarin kami juga melakukan kegiatan kebersihan,” sebutnya sembari mengatakan, gerakan ini akan terus dilakukan dengan harapan menjadi budaya di Bali. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.