Nyuri untuk Judi, Dua Residivis Bersaudara Dibekuk Polisi

Jajaran Polres Buleleng menunjukkan barang bukti dan dua pelaku pencurian yang merupakan dua bersaudara. (foto: rik)
16 Melihat

BULELENG, POS BALI – Pencurian tas yang di dalamnya berisi uang tunai Rp20 juta, 1 handphone, 1 buku tabungan, dan nota belanja yang terjadi di Pasar Anyar Singaraja, Kelurahan Banjar Bali, Buleleng, akhirnya berhasil diungkap. Kejadian tersebut sebelumnya terekam kamera CCTV hingga viral di media sosial (medsos).

Dalam kasus pencurian itu, dua orang pelaku dibekuk oleh Satreskrim Polres Buleleng. Keduanya merupakan dua bersaudara (kakak dan adik) yakni Susanto (24) dan Maulana (18) asal Kelurahan Banyuasri, Buleleng. Mereka juga merupakan residivis dalam kasus pencurian beberapa tahun lalu dan belum lama keluar dari penjara.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Hadimastika, mengatakan, kasus ini berhasil terungkap berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi. “Keduanya merupakan kakak beradik. Mereka berdua yang memiliki inisiatif untuk mencuri tas tersebut,” kata AKP Hadimastika, Rabu (11/5/2022).

Aksi pencurian sebuah tas yang berisi uang tunai milik Wayan Redipa (45) seorang pedagang sayur di kawasan pasar Anyar Singaraja, Sabtu (19/3/2022) pukul 05.00 Wita. Dalam rekaman kamera pengawas CCTV itu, tampak saat itu korban sedang tertidur di toko sembako miliknya. Tiba-tiba ada seorang pria menggunakan helm, jaket putih, celana abu-abu dan masker, masuk ke dalam toko yang saat itu kebetulan pintu toko sedang tidak ditutup.

Pria itu kemudian mengambil tas yang berisi uang tunai Rp20 juta dan beberapa barang lainnya. Dari hasil interogasi terhadap kedua pelaku, mereka beraksi berbagi peran. Susanto bertugas untuk mengambil tas korban berisi uang tunai, sedangkan Maulana mengawasi situasi dan membawa motor.

Mereka berhasil diamankan polisi di sebuah rumah kos di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Minggu (10/4/2022). “Mereka datang pasar dan melihat korban sedang tidur dengan menaruh tas di sebelahnya. Jadi, mereka ada niatan untuk mengambil barang itu,” ujar AKP Hadimastika.

Adapun barang barang bukti yang diamankan berupa satu unit sepeda notor Yamaha N Max nopol DK 2700 UBA digunakan beraksi, 1 unit HP dan uang tunai Rp960 ribu. “Hasil dari aksi mereka ini dipakai untuk judi dan keperluan sehari-hari. Jadi, kedua pelaku ini adalah residivis, ditangkap tahun 2019 lalu karena kasus yang sama,” jelas AKP Hadimastika.

Sementara itu, Susanto tak menampik perbuatannya. Ia mengaku nekat melakukan aksi pencurian tersebut karena sedang memerlukan uang untuk bermain judi online. “Semuanya (uang hasil curian) dipakai judi togel dan ada juga (sebagian uang) untuk bayar utang,” pungkas Susanto.

Akibat perbuatannya tersebut, kini Susanto dan Maulana, harus merasakan kembali mendekam dibalik jeruji besi. Kini mereka terancam dijerat dengan Pasal 363 Ayat (1) ke-4e KUHP, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 7 tahun penjara. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.