Gubernur NTB, BWS dan Bupati Lobar Digugat Rp4 Miliar 

Sawah petani yang berada di dekat kolam milik Ni Kadek Sri Dewi dan Sutera Alam yang terendam banjir tanpa hujan akibat jebolnya tanggul pada proyek Bendungan Meninting di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, beberapa waktu lalu (foto: rul)
14 Melihat

MATARAM, POS BALI – Ni Kadek Sri Dewi dan Sutera William, pemilik Rinjani Koi Farm, melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Gugatan tersebut masuk pada 21 Oktober lalu.

Ada 11 pihak yang digugat. Antara lain, Gubernur NTB; Bupati Lombok Barat; Kepala Dinas PUPR NTB; Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I; Direktur Jenderal Sumber Daya Air; Kepala Unit pengelola bendungan BWS. Serta BUMN yang menggarap Bendungan Meninting.

Kabag Bantuan Bantuan Hukum di Biro Hukum Setda NTB, Yudha Prawira Dilaga membenarkan soal gugatan tersebut. Menurutnya apa yang dilakukan penggugat merupakan hak dari warga negara. ”Iya sudah ada gugatannya. Kalau dari pemprov yang pasti siap menghadapi,” kata Yudha, Senin (21/11/2022).

Yudha mengatakan, proses persidangan sudah dimulai. Diawali dengan mediasi antara penggugat dan tergugat pada 14 November. Namun, banyak pihak dari tergugat yang tidak hadir sehingga sidang ditunda. “Rencananya dilanjut 5 Desember. Agendanya masih sama, soal mediasi,” sebutnya.

Gugatan yang dilakukan Sri dan William bermula dari peristiwa meluapnya Sungai Meninting medio Juni 2022. Luapan tersebut diduga kuat akibat jebolnya tanggul pada proyek Bendungan Meninting di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

Air sungai yang bercampur lumpur menyebabkan kolam ikan koi milik Sri rusak. Bahkan banyak ikan koinya yang hanyut terbawa arus. Peristiwa ini membuat Sri merugi hingga Rp2 miliar. Sri bahkan sempat meluapkan amarahnya ke Kantor BWS Nusa Tenggara I usai peristiwa banjir terjadi. 031

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.