Gelar Perkara Dugaan Penggelapan Material Dimulai Pekan Depan

Onggokan material yang diduga milik PT KAPU (foto: 034)
10 Melihat

KLU, POS BALI – Kasus dugaan penggelapan yang dilaporkan perusahaan jasa konstruksi PT KAPU ke Polres Lombok Utara atas dugaan penggelapan material pada proyek pembangunan Hotel di Gili Meno Desa Gili Indah Pemenang akan dilakukan gelar perkara. Gelar perkara paling akan dilakukan pekan depan.

 

Penyidik Polres Lotara, Sofyan, Selasa (22/11/2022) mengungkapkan, pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi tambahan dan juga kita sudah telah memanggil terlapor untuk dimintai keterangan.

 

Dijelaskannya, kasus tersebut dilaporkan oleh Direktur Utama PT Karya Anugrah Persada Utama (KAPU), Kevin Jonathan pada 18 November tahun 2021 lalu.

 

Menurutnya, ini persoalan muncul karena putus kontrak yang dilakukan oleh manajemen perusahaan yang membangun hotel. Karena pelapor merasa dirugikan karena adanya material yang belum dihitung dan pihak perusahaan tidak membayar. Dan dalam laporan juga disebutkan adanya material yang hilang. “Ini soal putus kontrak proyek bangunan hotel di Gili Meno,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Dirut PT KAPU, Kevin Jonathan menceritakan kronologis bermula saat PT KAPU berkontrak dengan BASK 2020 lalu untuk proyek pembangunan hotel di Gili Meno. Perkembangan sudah mencapai 90 persen. BASK juga meminta mengerjakan proyek tambahan di luar dari proyek utama yang dikerjakan. Namun pada Oktober 2021, manajemen memutus kontrak. Padahal pekerjaan telah 90 persen dan beberapa pembayaran belum dilunasi.

 

“Justru kami dituding bekerja tidak sesuai speck sehingga proyek tidak dilanjutkan. Namun masih banyak sisa pembayaran yang belum dilunasi,” ungkap Kevin.

 

Namun anehnya, lanjut dia, pekerja diduga menggunakan material sisa untuk membangun sisa proyek tersebut. Itu membuat PT KAPU mengalami kerugian sekitar Rp250 juta, sehingga melaporkan dengan pasal penggelapan. “Saya mengalami kerugian. Ada sekitar Rp250 juta total kerugian dari material pasir, semen, kerikil dan besi yang hilang,” katanya.

 

Kevin juga mengatakan, untuk memperkuat dugaan penggelapan tersebut, pihaknya telah menghadirkan total 7 orang saksi, 5 orang sudah diperiksa, dan tambahan dua saksi. “Dua saksi terakhir yang saya hadirkan itu yang melihat langsung pekerja yang mengambil barang saya,” kata Kevin.

 

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lombok Utara, AKP I Made Sukadana, mengatakan saat ini polisi meminta keterangan beberapa saksi untuk memperkuat kesaksian sebelumnya. Ketika kasus tersebut telah terang benderang, kata Sukadana, maka polisi selanjutnya akan melakukan gelar perkara.

 

Dari informasi yang didapatkan, saksi membenarkan ada dugaan penggelapan material milik PT KAPU oleh oknum pekerja. Menurut saksi, para pekerja tersebut telah diperintahkan mengambil material oleh pimpinan proyek berinisial DS melalui pengawas proyek. 034

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.