Dua Kampung Loloan Gelar Silaturahmi di Atas Jembatan Syarif Tua

Bupati Tamba saat menghadiri silaturahmi pemuda Kampung Loloan merayakan Idul Fitri 1443 H yang dilaksanakan di atas Jembatan Syarif Tua.
53 Melihat

JEMBRANA, POS BALI – Pemuda Kampung Loloan yang berasal dari Kelurahan Loloan Barat dan Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana menggelar silaturahmi dengan cara unik dan berbeda. Pertama kalinya, digelar silaturahmi untuk merayakan hari raya Idul Fitri 1443 H  yang dilaksanakan tepat di atas jembatan bersejarah Syarif Tua, Sabtu (21/5/2022).

Jembatan Syarif Tua merupakan jembatan sebagai penghubung dua Kampung Loloan yang dibelah aliran Sungai Ijogading. Silaturahmi tersebut melibatkan pemuda, masyarakat, tokoh Loloan Barat dan Loloan Timur serta perwakilan tokoh lintas agama. Acara ini juga dihadiri Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, bersama Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana, serta jajaran Forkopimda Jembrana.

Kedatangan Bupati Jembrana disambut penampilan seni budaya Kampung Melayu Loloan seperti penca ksilat, hadrah, dan ambur salim, yang merupakan bagian dari tradisi masyarakat Melayu. Bahkan, Bupati Tamba sempat berbalas pantun dengan pemuda Loloan sebagai bentuk sambutan selamat datang.

Galih Firmansyah mewakili pemuda Loloan Barat dan Loloan Timur, mengatakan  momen silaturahmi ini sebagai  tonggak awal silaturahmi antara dua Loloan dengan masyarakat dan Pemkab Jembrana. Pihaknya sangat berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan berkelanjutan dan diberikan dukungan oleh Pemkab Jembrana. “Ini pertama kali digelar, atas prakarsa dan ide Bupati Jembrana serta didukung penuh dalam pelaksanaannya. Kegiatan ini wujud silaturahmi dan meneguhkan rasa toleransi antarumat beragama. Kami juga undang tokoh lintas agama,“ jelasnya.

Menurut Galih, melalui kegiatan ini bisa mempertunjukkan khazanah seni budaya dan kuliner khas Kampung Melayu Loloan yang dikemas dalam wadah kegiatan halal bihalal. Kepada tamu dan undangan yang hadir, disuguhkan berbagai menu khas Loloan sebagai sajian utama. Mulai dari nasi tepengan plecing ayam kampung (plecing kuah dan plecing kering), nasi cengkaruk, nasi lemak, nasi selametan, jaje puli (olahan nasi putih yang disajikan bersama kirip dan parutan kelapa).

Sementara itu, Bupati Tamba mengatakan, kegiatan ini sebagai rasa syukur di Jembrana untuk menjaga kerukunan, rasa aman, kesatuan dan persatuan yang sudah terjalin dengan baik. Karena itu, pihaknya merasa berbangga atas peran serta pemuda Loloan, terlebih silaturahmi baru kali pertama di atas jembatan  bersejarah Syarif Tua.

“Tempat  ini sangat bersejarah karena berada di atas aliran  Sungai Ijogading. Sungai perlintasan masuknya sejarah Islam ke Jembrana. Pesannya, bagaimana kita bisa memaknai sekaligus menjaga bagaimana nilai-nilai ajaran leluhur, harmonisasi, menjadi kearifan lokal di Jembrana. Tentunya kami akan ulang kembali kegiatan ini, dikemas dengan atraksi yang lebih semarak,” katanya.

Tamba juga mengungkapkan keinginannya membangun satu rumah panggung di Loloan. Fungsinya sebagai pusat budaya kedua Kampung Loloan. “Selain untuk menjaga warisan budaya Loloan agar tetap lestari, tempat itu nanti bisa dimanfaatkan sebagai tempat kreativitas budaya.  Kami bersama jajaran tengah merancang hal itu,”tgasnya.

Selain atraksi budaya, silaturahmi Loloan kali ini juga diisi dengan deklarasi dan penandatanganan Tri Kerukunan Umat Beragama. Deklarasi bentuk komitmen dari pemuda Loloan untuk menjaga wilayahnya dari bahaya terorisme atau bahaya laten serta komitmen mendukung keutuhan NKRI. Acara ditutup dengan  ngampar atau makan bersama dengan menu nasi plecing ayam kampung yang merupakan kuliner khas Loloan. 024

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.