Dewan Pengupahan NTB Usulkan Tiga Opsi UMP 2023 kepada Gubernur 

Kadis Nakertrans NTB Gede Putu Aryadi bersama Sekda Gita Ariadi dan anggota Dewan Pengupahan Provinsi usai sidang Dewan Pengupahan Provinsi NTB (foto: rul)
15 Melihat

MATARAM, POS BALI – Batas akhir penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2023, adalah tanggal 28 November 2022 dan berlaku 1 Januari 2023.  Sedangkan, untuk penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) paling lambat ditetapkan tanggal 7 Desember 2022.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi, mengatakan, sidang Dewan Pengupahan Provinsi NTB sudah dilakukan pada Selasa (22/11). Dimana, sejauh ini, ada tiga opsi yang akan dijadikan acuan oleh Gubernur NTB untuk menetapkan UMP tahun 2023.

Pertama, opsi yang berasal dari Apindo yang mengusulkan kenaikan UMP sebesar 5,38 persen dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) 36 Tahun 2021. Selanjutnya, usulan pemerintah yakni kenaikan UMP sebesar 7,44 persen.

‘’Serta ketiga, serikat pekerja mengusulkan kenaikan UMP sebesar 8,04 persen,’’ ujar Aryadi yang dikonfirmasi, Rabu (23/11/2022).

Mantan Kadis Kominfotik NTB itu mendaku bahwa usulan kenaikan ini memiliki dasar dan acuan masing-masing. Sebagai contoh, Apindo mengusulkan kenaikan hanya 5,38 persen sesuai dengan PP 36 tahun 2021 sebagai aturan pelaksanaan dari Cipta Kerja.

Selanjutnya, pemerintah daerah mengusulkan 7,44 persen dengan hitung-hitungan dari pertumbuhan ekonomi NTB dan inflasi yang terjadi. Termasuk melihat produktivitas dan kesempatan kerja yang ada, sehingga penambahannya itu ada 10 persen dikalikan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Sementara serikat pekerja mengusulkan 8,04 persen menggunakan peningkatan alfa atau produktivitas tenaga kerja 0,20 atau 20 persen.

Hanya saja, lanjut dia, dari hitung-hitungan, merujuk pada statistik yang ada rilis itu, terlihat produktivitas dari tenaga kerja NTB hanya sekitar 0,10 persen.

“Nanti rekomendasi Dewan Pengupahan NTB ini akan merekomendasikan tiga pilihan ini kepada Pak Gubernur,’’ kata Aryadi. 031

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.